Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kejadian Epilepsi pada Anak
DOI:
https://doi.org/10.65307/bidana.v1i3.233Keywords:
Epilepsi, Anak, Faktor RisikoAbstract
Epilepsi merupakan salah satu gangguan neurologis kronis yang paling umum terjadi pada anak, yang ditandai dengan kecenderungan mengalami kejang berulang tanpa provokasi. Insiden epilepsi tertinggi terjadi pada tahun pertama kehidupan, sedangkan prevalensinya dapat mencapai 1% pada populasi anak. Identifikasi faktor risiko sejak dini penting untuk mendukung tata laksana yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian epilepsi pada anak di RSU Inanta Kota Padangsidimpuan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan kasus-kontrol retrospektif yang dilaksanakan di Poliklinik Anak dan Ruang Rawat Inap Anak RSU Inanta. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien periode Januari 2024–Desember 2025. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat kejang neonatus (OR=6,21; 95% CI: 1,73-22,28; p=0,005) dan keterlambatan perkembangan (OR=3,82; 95% CI: 1,51-9,67; p=0,004) merupakan prediktor independen kejadian epilepsi pada anak. Deteksi dini dan pemantauan secara ketat terhadap anak dengan faktor risiko tersebut diperlukan untuk mendukung penatalaksanaan segera dan mengurangi risiko morbiditas jangka panjang.
Kata kunci : anak, epilepsi, faktor risiko
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Layla Fadhilah Rangkuti, Yolanda Putri (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.