Menu
USER AREA
Login

Peran Pola Makan Berisiko Sebagai Prediktor Obesitas: Studi Observasional pada Kelompok Remaja di Kota Padangsidimpuan

Anto J. Hadi ( Author ) Department of Public Health, Faculty of Health, Universitas Aufa Royhan, Padangsidimpuan, North Sumatera, Indonesia
Lucy Widasari ( Author ) Department of Public Health, Faculty of Health, Universitas Aufa Royhan, Padangsidimpuan, North Sumatera, Indonesia
Hapiz Arlanda Sani ( Author ) Department of Public Health, Faculty of Health, Universitas Aufa Royhan, Padangsidimpuan, North Sumatera, Indonesia
Erni Yetti R ( Author ) Department of Health Promotion and Behavioral Science, Akademi Kesehatan Sinar Kasih Toraja, Tana Toraja, Indonesia
Zadrak Tombeg ( Author ) Department of Mother and Children Health, Akademi Kesehatan Sinar Kasih Toraja, Tana Toraja, Indonesia
Saskiyanto Manggabarani ( Author ) Department of Nutrition, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika, Jakarta, Indonesia

Obesitas remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh interaksi faktor biologis, perilaku, dan lingkungan. Pola makan berisiko ditandai oleh tingginya konsumsi makanan padat energi (gorengan/fast food), minuman berpemanis, makanan ultra-proses, serta rendahnya konsumsi serat dari buah dan sayur diperkirakan berperan sebagai prediktor utama terjadinya obesitas. Bukti lokal berbasis komunitas diperlukan untuk memetakan faktor diet yang paling berkontribusi pada risiko obesitas remaja di Kota Padangsidimpuan. Menganalisis peran pola makan berisiko sebagai prediktor kejadian obesitas pada kelompok remaja di Kota Padangsidimpuan. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain observasional potong lintang pada remaja di Kota Padangsidimpuan. Sampel diperoleh menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah responden (n=136). Data pola makan dikumpulkan menggunakan kuesioner frekuensi konsumsi/food frequency questionnaire (FFQ) dan diklasifikasikan menjadi pola makan berisiko rendah dan tinggi berdasarkan skor standar angka kecukupan gizi. Status obesitas ditentukan melalui pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) dan dikategorikan menggunakan indikator IMT menurut umur (IMT/U) dengan rujukan standar WHO. Analisis mencakup univariat, uji bivariat (Chi-square), serta regresi logistik untuk memperoleh prevalence odds ratio (POR) dan 95%CI (α=0,05). Proporsi remaja dengan pola makan berisiko tinggi sebesar (64,0%) dan prevalensi obesitas sebesar (50,0%). Pola makan berisiko tinggi berhubungan bermakna dengan obesitas (p<0,05) dan tetap menjadi prediktor setelah pengendalian kovariat utama jenis kelamin dengan POR (14,22; 95% CI 4,66–43,45). Pola makan berisiko merupakan prediktor penting kejadian obesitas pada remaja di Kota Padangsidimpuan. Disarankan penguatan edukasi gizi, pembatasan konsumsi minuman berpemanis dan makanan ultra-proses, peningkatan akses buah-sayur, serta intervensi berbasis sekolah dan keluarga untuk membentuk kebiasaan makan sehat.

Kata kunci: Pola Makan Berisiko; Obesitas; Remaja; Prediktor; IMT/U.

Pola Makan Berisiko Obesitas Remaja Prediktor IMT/U