Integrasi K3, Pengelolaan Limbah, dan Digitalisasi dalam Penataan Lingkungan Produksi UMKM Berbasis Teknik SipilStudi Kasus Sedulur Bakul Jogomukti
Abstract
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti rendahnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengelolaan limbah yang belum berkelanjutan, serta keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi aspek K3, pengelolaan limbah, dan digitalisasi dalam penataan lingkungan produksi UMKM berbasis teknik sipil. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui observasi, wawancara, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh aspek setelah pelaksanaan program pendampingan. Aspek K3 mengalami peningkatan sebesar 73,33%, yang menunjukkan perbaikan kondisi lingkungan kerja dari kategori rendah menjadi baik hingga sangat baik. Aspek pengelolaan limbah meningkat sebesar 55,45%, yang mengindikasikan adanya penerapan sistem pengelolaan limbah yang lebih terstruktur dan ramah lingkungan. Sementara itu, aspek digital marketing mengalami peningkatan tertinggi sebesar 79,00%, yang menunjukkan peningkatan kapasitas UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital berbasis data. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa integrasi pendekatan teknis, lingkungan, dan digital mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing UMKM secara berkelanjutan. Dengan demikian, model pendampingan terpadu ini efektif dan berpotensi untuk direplikasi dalam penguatan kapasitas UMKM berbasis teknik sipil.
Kata kunci: digitalisasi UMKM, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengelolaan limbah, penataan lingkungan produksi, teknik sipil